Wakan, Lombok Timur —6 Oktober 2025, Semangat gotong royong, kemandirian, dan kreativitas kembali terpancar dari lingkungan SMP IT Nurul Muttaqin Wakan. Kali ini, para guru dan siswa santri bersama-sama membuat meja belajar untuk digunakan di ruang kelas. Proyek ini bukan sekadar kegiatan kerja tangan biasa, tetapi menjadi simbol nyata dari santri produktif dan mandiri yang menjadi ciri khas lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Nurul Muttaqin Wakan.
🔨 Dari Ide Kepala Sekolah Hingga Tindakan Bersama
Kegiatan pembuatan meja belajar ini berawal dari gagasan Kepala Sekolah SMP IT Nurul Muttaqin Wakan, yang ingin menghadirkan suasana belajar lebih nyaman, tertib, dan sesuai kebutuhan santri. Ide tersebut mendapat dukungan penuh dari Ketua Yayasan sekaligus pendiri Pondok Pesantren Nurul Muttaqin, yang selama ini menekankan pentingnya pendidikan karakter berbasis kerja nyata dan kemandirian.
“Belajar tidak hanya diukur dari nilai akademik, tapi juga dari kemampuan menciptakan sesuatu dengan tangan dan pikiran sendiri,” ujar Kepala Sekolah SMP IT Nurul Muttaqin Wakan dengan penuh semangat saat membuka kegiatan.
🤝 Kolaborasi Antara Guru, Siswa, dan Alumni
Yang membuat kegiatan ini semakin istimewa, seluruh meja dibuat secara mandiri oleh para guru dan santri, dibantu juga oleh alumni Pondok Pesantren Nurul Muttaqin yang kini menjadi pengrajin dan teknisi kayu. Mereka bahu-membahu dari awal proses — mulai dari mengukur bahan, memotong papan, merakit, hingga mengecat — semua dilakukan bersama dengan penuh semangat dan kebersamaan.
“Kami ingin santri SMP IT belajar bahwa produktivitas adalah bagian dari ibadah. Meja yang mereka buat sendiri akan menjadi saksi semangat mereka belajar,” tutur salah satu guru pembimbing.
🌿 Kreativitas yang Menumbuhkan Karakter
Selain melatih keterampilan tangan, kegiatan ini juga melatih kerja sama, ketelitian, dan tanggung jawab. Setiap meja yang dihasilkan menjadi buah karya unik — ada yang diberi ukiran sederhana, ada pula yang dicat dengan warna-warna cerah yang mencerminkan keceriaan belajar para siswa.
Tidak sedikit siswa yang merasa bangga bisa belajar di atas meja hasil kerja keras mereka sendiri.
“Senang sekali, rasanya meja ini punya makna lebih dalam karena kami ikut membuatnya,” ujar salah satu santri sambil tersenyum.
🌟 Santri Produktif, Sekolah Inspiratif
Pembuatan meja belajar ini menjadi bagian dari program besar “Santri Produktif dan Kreatif” yang dicanangkan Yayasan Nurul Muttaqin Wakan. Tujuannya agar setiap santri tidak hanya kuat dalam ilmu agama dan akademik, tetapi juga memiliki jiwa wirausaha, kerja nyata, dan kepedulian sosial.
Proyek ini juga menandai komitmen SMP IT Nurul Muttaqin Wakan untuk terus mengembangkan pendidikan berbasis karakter, keterampilan, dan kemandirian.

